Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Saturday, April 5, 2014

Perihal Asa dan Kematian

Datu...
Bukankah 'tuk menggenggam asa,
dimensi dan detik hanyalah omong kosong belaka?
Lalu katakan padaku,
mengapa detik ini semakin terasa jua, Datu?
Jiwa ragaku 'kan berpisah tak lama lagi!
Bibirku pun takkan pernah mengulum senyum lagi!
Betapa penyakit ini seperti bisa, Datu...
Ia tak peduli akan peluhku.
Tak juga ia mengerti akan keluku.
Datu...
Gemeresik daun itu dulunya simfoniku.
Gemercik air itu pun dulunya simfoniku.
Sinar bulan temaram itu pun dulunya senantiasa menaungiku,
saat aku menulis.
Aku menorehkan segala asa dalam benak, Datu!
Namun kini aku hanya tepekur,
menunggu waktuku.
Tiada peduli, detik teruslah berpacu.
Tiada peduli, dimensi teruslah bisu.
Dan asa tiada jua bersua...
Yang memang takkan pernah.
Takkan pernah, Datu..
--ets070114

Saturday, March 15, 2014

Demi Waktu

Demi waktu.
Katakan padaku saat cinta mulai menghampiriku.
Katakan padaku saat cinta mulai mengintip persembunyianku.
Katakan padaku saat cinta mulai menggerayangi pintuku.
Katakan padaku,
hanya itu.
Demi waktu.
Tegurkan aku saat cinta mulai merayap masuki relungku.
Tegurkan aku saat cinta mulai bermain2 di benakku.
Tegurkan aku saat cinta mulai butakan mataku.
Tegurkan aku,
hanya itu.
Dan demi waktu.
Belailah aku saat cinta mulai mengecup sendu.
Belailah aku saat cinta mulai merangakak menjauh.
Belailah aku saat cinta mulai menyentuh kelabu.
Belailah aku,
hanya itu. --ets011213

Friday, March 7, 2014

Kamu, adalah kamu

Kamu,
yg diam-diam datang,
tanpa ketukan dahulu.
Kamu,
yg diam-diam hipnotis bawah sadarku.
Kamu,
yg diam-diam merayap masuki relung,
pun jua jantung.
Kamu,
yg diam-diam tepiskan sendu,
gantikannya jadi rindu.
Adalah kamu,
rasuki benak tak kenal waktu.
Adalah kamu,
bisikkan senda tak kunjung kelu.
Adalah kamu,
merayap menyentuh relung,
pun jua jantung.
Adalah kamu,
tepiskan peluh, gantikannya jadi candu.
Kamu,
adalah kamu. --ets101113

Tuesday, February 25, 2014

Persetan dengan Dimensi Ruang dan Waktu

Persetan dengan dimensi ruang dan waktu.
Tidak bisakah dibuang pergi saja?
Keberadaan mereka kentara sekali mengganggu.
Aku tak ingin ada yang memisahkan kita, tuan.
Masih tak pahami juga kau itu?
Persetan dengan dimensi ruang dan waktu.
Aku ingin mendekap segala rasa,
aman berada dalam rengkuhanmu,
nyaman merasa dicinta, tuan.
Mungkinkah? Tapi mungkinkah itu?
Aku tak tahu, dan memanglah demikian.
Persetan dengan dimensi ruang dan waktu.
Detik tiada peduli, bukan?
Oh pernahkah itu?
Aku ingin benamkan wajah,
dalam dadamu,
menikmati getaran listrikmu, tuan.
Ya, tapi detik terus saja berpacu.
Tidak bisakah dibuang pergi saja?
—ets171213

Tuesday, February 18, 2014

Have You Ever?

Have you ever loved someone so much that makes you crazy?
Have you ever missed someone so badly that makes you cry?
Have you ever needed someone so much that makes you feel all alone when he's gone?
Have you ever been disappointed when he's already with someone else?
Have you ever cried when your relationship's been over?
Have you ever been pissed off when seeing him smiling to someone else?
Have you ever felt nothing when someone you love has forgot you?
Have you ever done something you thought it's the best for you two?
Have you ever done something to make someone smile though you're hurt?
Have you ever thought of someone all day long?
Have you ever fallen in love so much with someone that hurts you?
Have you ever done crazy things only to make someone happy?
Have you ever been haunted by someone you love all night long?
Have you ever been so happy that makes you smile when someone you love texts you?
Have you ever remembered memories you two did when you're listening to music?
Have you ever smiled in tears remembering memories you two did?
Have you ever cried knowing someone you love not loving you back?
Have you ever had a huge crush on someone that makes you tortured?
Have you ever admired someone from distance?
Have you ever missed someone so badly that makes you dream of him?
Have you ever wished to God to make you become his love?
Have you ever felt so blue due to someone that makes you want to write something out of it?
Have you ever exaggerated something due to love?
Have you ever cared about someone so much that makes you do anything to keep them safe?
Have you ever woken up in midnight then screamed someone's name since you miss him so much?
Have you ever closed your eyes but then appears the face of someone you love?
Have you ever thought "HOW IT HURTS" yet you keep doing it only because you love him?
Have you ever smiled in tears seeing him happy with someone else?
Have you ever lied to your parents only to have a date with someone?
Have you ever listened to songs that have history of you two?
Have you ever shared only one headset with someone you love?
Have you ever listened to the same music in one headset with someone you love?
Have you ever tried to convince someone "I DO LOVE YOU, PLEASE DONT LEAVE ME"?
Have you ever waited for someone so long that makes you tired?
Have you ever felt blue knowing you're just waiting vainly?
Have you ever felt tempted to hug someone and whisper "I love you."?
Have you ever wondered why you did those all?
You absolutely have ever thought the answer is due to fckn frickin LOVE.
Yes, you have.
--ets161113

Friday, February 14, 2014

Lagi.

Lagi.
Sayup2 ku dengar erangan bosanmu,
bisikan selamat tinggalmu,
nan jauh di sana,
yang semakin jauh,
dan kau pun semakin jauh.
Lagi.
Dimensi dan detik memisahkan kita kini.
Lagi-lagi.
Diam kaku,
tiada peduli, dimensi teruslah mati,
tiada peduli, dimensi teruslah bisu.
Lagi dan lagi.
Tak bisakah kau berhenti barang sedetik, wahai detik?
Tiada pedulikah kau melihat peluhku?
Tiada pedulikah kau mengerti keluku?
Barang sedetik saja.
Hentakan pelan tak berirama langkah kakimu pun terasa jua.
Sayup2 gema tawa mirismu pun terdengar jua.
Ku lihat samar2 tepisan tanganmu,
tak hiraukanku.
Toh terlihat jua.
Tak peduli dimensi dan detik yang memisahkan kita kini.
Nanar, tepekurlah sekalian.
Bukankah memoar ini hanya dalam elegi belaka?
Tidak?
Nyatanya terulang lagi.
Lagi.
--ets011213

Thursday, February 6, 2014

Sendu? Rindukah?

Sendu mengecup kilat,
tertorehkan dalam benak.
Asa tiada jua bersua,
harus merangkak tenggelam lebih dalamkah?
Hela, melengos pulalah sekalian.
Rindu memberontak tepiskan janji.
Tangis meredamnya,
jadikannya gema dalam sajak rindu malam ini.
Bukankah simfoni itu milik kita?
Bukankah temaram itu hanya milik kita?
Mengernyit, nikmati masa indah nan sesak s'orang.
Sepi mengetuk hati.
Sendu menoreh rindu...
--ets241113