My mystical pixie surrounds all over you, and therefore instantaneously you're trapped by my spell.
Wednesday, March 26, 2014
Media Power and the Dangers of Mass Information
Sunday, March 23, 2014
Economic Growth
Poverty. Thousands or even millions people starve because of poverty now. They do not know where to live, what to do, how to survive. The job fields here in Indonesia are not as numerous as we expect. So how can they make our country's economic growth increase when they don't even have job or jobless, I ask? How can they be smart as Chinese to invent new technologies to make Indonesia's economic growth better in the next few years when they don't have enough nutritious foods or some of them even starve? Just keep dreaming if you still wish our economic growth will be as tremendous as China. Keep having that nice dream!
To conclude, that Indonesia stands a good chance of having as tremendous economic growth as China does is still impossible, I think. Poverty, which is still a big problem which had not been handled well by the government really has significant role in it. If the poverty goes to decrease, I bet then the economic growth goes to increase.
Saturday, March 15, 2014
Demi Waktu
Katakan padaku saat cinta mulai menghampiriku.
Katakan padaku saat cinta mulai mengintip persembunyianku.
Katakan padaku saat cinta mulai menggerayangi pintuku.
Katakan padaku,
hanya itu.
Tegurkan aku saat cinta mulai merayap masuki relungku.
Tegurkan aku saat cinta mulai bermain2 di benakku.
Tegurkan aku saat cinta mulai butakan mataku.
Tegurkan aku,
hanya itu.
Belailah aku saat cinta mulai mengecup sendu.
Belailah aku saat cinta mulai merangakak menjauh.
Belailah aku saat cinta mulai menyentuh kelabu.
Belailah aku,
hanya itu. --ets011213
Friday, March 7, 2014
Kamu, adalah kamu
yg diam-diam datang,
tanpa ketukan dahulu.
Kamu,
yg diam-diam hipnotis bawah sadarku.
Kamu,
yg diam-diam merayap masuki relung,
pun jua jantung.
Kamu,
yg diam-diam tepiskan sendu,
gantikannya jadi rindu.
rasuki benak tak kenal waktu.
Adalah kamu,
bisikkan senda tak kunjung kelu.
Adalah kamu,
merayap menyentuh relung,
pun jua jantung.
Adalah kamu,
tepiskan peluh, gantikannya jadi candu.
adalah kamu. --ets101113
Friday, February 28, 2014
Renungan Malam
Guys, mari berdiskusi barang beberapa menit yuk! Terutama bagi yang merasa memang termasuk pelajar SMA yang pintar dan rajin nih. Aku ada uneg-uneg yang hampir give up to solve it. Gimana sih menurut kalian, ketidakjujuran vs kejujuran? Siapa yang bakal menang? Nah.. yuk mari berdiskusi!
Gak ada satupun pelajar yang benar-benar suka/ hobby belajar. Menurut aku sih gitu, ya. Karena aku juga merasanya seperti itu. Temen-temen satu sekolaheun selalu nganggep aku ini such a nerd, such an eager beaver. Mereka kebanyakan mikir kalo aku tuh sort of obsessed with studying omg can't anyone convince them that in fact I DON'T LIKE STUDYING? Maksudku, aku memang terkesan banyak belajar, ngikutin 3 les dalam 1 minggu yg memakan waktu setiap harinya sampai harus pulang ba'da Maghrib.. tapi itu bukan berarti aku suka belajar kan? Aku cuma dituntut untuk bisa, at least mempertahankan nilai-nilai raport aku yang udah terlanjur tinggi dari semester 1, sedangkan kalau mau ke jalur undangan kan harus naik si nilai-nilainya sampai semester 5. Nah.. karena itu aku mati-matian berusaha keras supaya aku bisa tetap jadi juara kelas.
Tapi, guys, masalahnya bukan itu. Masalahnya adalah aku yang kalau ulangan terbilang lebih sering jujur, percaya sama kemampuan diri sendiri, harus bersaing dengan classmate yang setiap ulangan selalu ob alias open book. Pantas ajalah nilai-nilai ulangan dia bagus, dan dia jadi 3 besar juga semester lalu. Tapi guys, to be honest aku takut dikalahin sama dia. Aku yang cuma bergantung sama hafalan-hafalan di luar otakku dan pemahaman materi masa iya dikalahin sama orang yang bergantung sama bukunya? Maksudku, itu gak adil sama sekali kan? Kenapa dia bisa selicik itu, gak ngehargain usaha aku yang luar biasa melelahkan ini? Kenapa harus orang macam itu (read: licik) yang harus jadi 3 besar dan jadi ancaman terbesar aku di kelas?
Aku harus gimana, guys, kan gak mungkin juga kalau aku harus ikut-ikutan ob cuma demi tetep jadi yang terbaik di kelas. Seakan cuma mengejar nilai kalau begitu, bukannya mengejar ilmu, bener gak? Tapi kalau dia tetep licik begitu, ya bisa jadi kan ujung-ujungnya ketidakjujuranlah yang bakal menang? Dan aku... kalah? Wtf?!
Apa dia yang harus diberi pelajaran? Dinasihatin aja gak mungkin, dia (katanya) memang dari SMP selalu ob begitu, dan sebelnya tuh setiap kali dia ob, gak pernah ketawan sama guru. Semacam udah professionallah. Padahal aku ingin banget kali-kali dia ketawan ob biar mampus aja tuh namanya tercemar, guru-guru juga bakal lebih "waspada" sama dia, biar tau rasa, kalau jadi orang jangan begitu. Kasian yang udah belajar sungguh-sungguh, gak menghargai kan.
Aku benci banget sama uneg-uneg ini. Kenaikan kelas masih 4 bulan lagi... semoga kelas 12 nanti aku gak sekelas sama dia. Ya Allah tolong aku.. aku gak mau sekelas sama dia ya Allah, tolong.. aamiin. :((
Guys, gimana pendapat kalian? I'm kind of tired dealing with it lately. Please help! Xo
Tuesday, February 25, 2014
Persetan dengan Dimensi Ruang dan Waktu
Tidak bisakah dibuang pergi saja?
Keberadaan mereka kentara sekali mengganggu.
Aku tak ingin ada yang memisahkan kita, tuan.
Masih tak pahami juga kau itu?
Aku ingin mendekap segala rasa,
aman berada dalam rengkuhanmu,
nyaman merasa dicinta, tuan.
Mungkinkah? Tapi mungkinkah itu?
Aku tak tahu, dan memanglah demikian.
Detik tiada peduli, bukan?
Oh pernahkah itu?
Aku ingin benamkan wajah,
dalam dadamu,
menikmati getaran listrikmu, tuan.
Ya, tapi detik terus saja berpacu.
Tidak bisakah dibuang pergi saja?
.jpg)
